Posted by bperspektif | Minggu, 09 April 2017 |
Posted in
BERITA PKS,
KOTA SERANG,
PERTANIAN,
SERANG RAYA
 |
| LAUNCHING SEKOLAH TANI NELAYAN--- DPW PKS Banten meluncurkan Sekolah Tani Nelayan, tampak dari kanan Maryaman (Anggota DPRD Kota Serang), Najib Hamas (Anggota DPRD Banten), Sanuji Pentamarta (Wakil Ketua DPW PKS Banten), TB. Ridwan Ahmad (Anggota DPRD Kota Serang) saat meresmikan sekolah tersebut, Sabtu (8/4//2017). |
BANTENPERSPEKTIF.COM, KOTA SERANG---Mengakomodir kebutuhan para petani dan nelayan agar memiliki kemampuan mengolah dan memasarkan produk, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten melalui Bidang Pekerja, Petani, dan Nelayan (BPPN) meluncurkan Sekolah Tani Nelayan di Saung Lele Mujiyanto, Kota Serang, Sabtu (8/4/2017).
Ketua BPPN DPW PKS Banten, Hendratno mengatakan bahwa sekolah tani nelayan tersebut dibuka bagi para petani dan nelayan yang ingin meningkatkan kemampuannya terutama dalam mengolah produk dan pemasaran.
“Disini para petani dan melayan nantinya akan dibina oleh instruktur-instruktur yang berpengalaman, mereka yang sudah berpengalaman tersebut akan berbagi,” kata Hendratno. Menurutnya, BPPN PKS Banten memiliki 4 deputi, diantaranya Deputi Pekerja, Deputi Pekerja Migran, Deputi Petani dan Nelayan, serta Deputi Advokasi dan Kebijakan.
“Keempat deputi dibawah BPPN ini nantinya akan bersinergi dalam hal pelayanan terhadap masyarakat,” tambah Hendratno. Dalam acara tersebut hadiri Anggota DPR-RI Fraksi PKS Zulkieflimansyah. Dalam sambutannya Zulkieflimansyah menyampaikan bahwa petani dan nelayan harus paham dan mengerti teknologi, terutama teknologi pengolahan hasil pertanian dan perikanan.
“Kelemahan petani dan nelayan kita saat ini adalah dalam hal pengolahan, saya harap petani dan nelayan nantinya paham bagaimana cara menggunakan teknologi dalam mengolah produk yang mereka hasilkan agar bernilai jual tinggi,” kata Zulkifliemansyah.
Sekolah Tani dan Nelayan tersebut diresmikan oleh Wakil Ketua DPW PKS Banten sekaligus sebagai anggota DPRD Provinsi Banten, Sanuji Pentamarta. Sanuji mengatakan, dirinya siap menjembatani antara kepentingan para petani dan nelayan dengan pihak pemerintah terkait mengenai program-program yang nantinya bisa di sinergikan. “Kebetulan saya diamanahi sebagai Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten yang salah satunya mengurusi pertanian, kelautan dan perikanan. Jadi saya siap menjembatani aspirasi para petani dan nelayan dengan pihak pemerintah terkait,” kata Sanuji. Hadir pula dalam acara tersebut, Najib Hamas (Anggota DPRD Banten dan TB. Ridwan Ahmad (Anggota DPRD Kota Serang).
SUMBER | HUMAS DPW PKS BANTENFOTO | DOC. HUMAS
Posted by bperspektif | Jumat, 07 April 2017 |
Posted in
PERTANIAN,
SERANG RAYA,
SOSOK
BANTENPERSPEKTIF.COM, SERANG---Mujiyanto, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Serang ini sukses bisnis ternak lele. Dari bisnisnya ini ia meraup untung yang melimpah dari status sebelumnya sebagai karyawan di salah satu perusahaan pakan ternak ayam.
Berdasarkan pres release dari Humas DPD PKS Kota Serang, ia mengawali bisnis Lele dengan modal sendiri. Berkat ketekunannya dalam mengelola bisnisnya tersebut, ternyata ia mampu menginspirasi orang-orang disekitarnya, sehingga beberapa temannya berkeinginan bergabung untuk mengembangakan ternak ikan lele miliknya.
Untuk mewadahi teman-temannya yang bergabung maka Muji membentuk Kelompok Usaha Bersama yang diberi nama “Kube Mugi Barokah”. Kini Kube Mugi Barokah memiliki anggota 10 orang terdiri dari satu ketua dan sembilan anggota.
Ia menuturkan mengapa tertarik bertenak Lele dari pada bekerja di Pabrik. Pertama karena hobi beternak khususnya Lele. Kedua Ia juga melihat masih banyaknya lahan yang masih kosong khususnya di Kota Serang. Yang ketiga adalah peluang yang masih terbuka lebar karena permintaan konsumen cukup tinggi, sementara peternak Lele masih jarang.
Ia menceritakan jika bisnis Lele yang ia tekuni sebelumnya hanyalah pekerjaan sambilan dan dilakukan setelah pulang kerja dari pabrik. Namun kini ternak Lele justru menjadi penghasilan utama keluarga karena secara penghasilan sangat menggiurkan.
Lokasi ternak Lele Mujianto beralamat di Komplek perumahan Nusa Raya, Desa Kelapa Dua, Kecamatan Kota Serang, PropinsiBanten. Dan rencananya lokasi tersebut akan diadakan peringatan Hari Nelayan yang jatuh pada tanggal 6 april 2017. Ia mengundang nelayan, penggiat perikanan air tawar dan Kelompok Pengolah Pangan berbasis ikan.
SUMBER | HUMAS PKS KOTA SERANGFOTO | DOC. HUMAS KOTA SERANG
Posted by bperspektif | Rabu, 05 April 2017 |
Posted in
BERITA CHINA,
KAMPUS,
LEBAK,
PERTANIAN
BANTENPERSPEKTIF.COM, SERANG---Dalam rangka mensukseskan Ketahanan Pangan Nasional, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya didamping Wakil Bupati Ade Sumardi seacara simbolis melepas Mahasiswa/Alumni Fakultas Pertanian Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten sebagai pendamping petani di Pendopo Setda Lebak, Banten, Rabu (5/3/2017).
Iti menyampaikan dengan adanya pendampingan terhadap petani melalui Program Upaya Khsusus (UPSUS) swamsembda pangan, Pemkab Lebak bertekad mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Untuk itu perlunya dukungan berbagai pihak terkait dalam pengawalan dan pendampingan yang dilakukan secara terpadu antara penyuluh,
"Untuk pengawalan dan pendampingan oleh para penyuluh, selama ini telah berjalan dengan baik. Bahkan Pemkab Lebak telah membuat kebijakan untuk menambah tenaga penyuluh pertanian melalui rekrutmen Mantri Tani Desa (MTD) sebanyak 340 Orang untuk 340 desa dengan harapan pengawalan dan pendampingan kepada para petani dapat berjalan dengan baik." ungkapnya.
Lebih lanjut Iti menjelaskan Pemkab Lebak yang memiliki luas 304.472 HA yang sebagian besar adalah kawasan perdesaan dan mayoritas masyarakatnya berpenghasilan sebagai petani menjadi modal optimisme. Pemkab Lebak dalam mensukseskan program ketahanan pangan nasional melalui Upaya Khsusus (UPSUS) swasembada pangan khususnya Padi Jagung dan Kedelai (PAJALE) yang telah dicanangkan Kementrian Pertanian Nasional tahun 2015.
Sementara itu, Dekan Fakultas Fakultas Pertanian Untirta Banten, Nurmayulis, menjelaskan, program pendampingan ini merupakan bentuk implementasi tri dharma perguruan tinggi. Nurmayulis mengatakan, mahasiswa/alumni pendamping UPSUS yang dilepas telah dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan teknis mengenai ilmu pertanian khususnya tanaman Padi, Jagung dan Kedelai.
"Saya berharap dengan adanya pendampingan ini, dapat membantu para petani meningkatkan produksi Padi, Jagung dan Kedelai (PAJALE) sesuai dengan amanah Presiden melalui kebijakan pemerintah terkait Upaya Khusus (UPSUS) swasembada pangan dan jumlah pendamping yang dilepas pada hari ini sebanyak 30 Orang mahasiswa dan 3 Orang Dosen pembimbing yang disebar di 6 Kecamatan selama 3 Bulan sampai bulan Agustus." Jelasnya.
Diketahui, Pemkab Lebak selama 5 tahun ini terus meningkatkan produksi pertanian khsususnya Padi, Jagung dan Kedelai (PAJALE) yang mana untuk komoditas pertanian padi setiap tahun mengalami peningkatan luas panen rata-rata 5,64% dan produksi padi sawah 7,94% dan untuk jagung mencapai rata-rata 487 HA dengan produksi 1.313 ton tongkol kering sedangkan untuk kedelai mencapai 4.992 ton kedelai brangkasan.
SUMBER | PRESS RELEASE HUMAS LEBAK
FOTO | DOC. HUMAS LEBAK
Posted by bperspektif | Senin, 20 Maret 2017 |
Posted in
LEBAK,
PARLEMEN,
PERTANIAN
BANTENPERSPEKTIF.COM, LEBAK--Masyarakat di Kabupaten Lebak, khususnya di Kecamatan Cihara, mengeluhkan perihal gagal panen akibat tanaman mereka diserang hama Ganyur, yaitu hama yang merusak batang pohon padi. Untuk itu instansi terkait harus segera melakukan sesuatu agar kerugian petani bisa diminimalisir.
Demikian dikatakan anggota DPRD Banten dari Fraksi Gerindra, Ade Hidayat. Menurutnya, pemerintah kurang tanggap dalam membantu para petani, terutama membantu petani bagaimana membasmi hama tersebut. "Banyak hal yang seharusnya bisa dilakukan pemerintah," kata Ade kepada BantenPerspektif.Com.
Ditambahkan Ade, balai kajian atau laboratorium pada Dinas Pertanian harus benar-benar berperan aktif, tidak menunggu sehingga persoalan yang dihadapi para petani bisa diantisipasi. "Bantuan bibit dan pupuk juga mesti dilakukan secara baik agar tidak menimbulkan masalah baru," kata Ade.
REDAKSI | BANTENPERSPEKTIF.COMFOTO | DOC. PRIBADI
Posted by bperspektif | Rabu, 08 Maret 2017 |
Posted in
LEBAK,
PERTANIAN
 |
| TANAM JAGUNG---Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya meratakan tanah yang akan ditanami jagung di Desa Bulakan, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Rabu (8/3/2017). Lebak sedang menanam jagung besar-besaran. |
BANTENPERSPEKTIF.COM, LEBAK--- Bupati Lebak Iti Octavia Jayaba beserta jajarannya menghadiri Gerakan Tanam Jagung Tingkat Provinisi Banten Tahun 2017 dengan menggunakan bibit jagung Bima 19 Uri dan Bima 20 Uri di Desa Bulakan, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Rabu (8/3/2017).
Iti mengaku optimis bahwa Kabupaten Lebak dapat menjadi daerah penyumbang tercapainya swasembada target nasional dimana pemerintah pusat memiliki target Upaya Khusus (UPSUS) Produksi Jagung Nasional sebesar 30.544.728 ton Pipilan Kering (PK).
Optimisme Iti didasari karena Lebak memiliki potensi lahan, jarak yang dekat dengan pabrik pakan ternak, tingkat kebutuhan jagung sebagai pangan maupun pakan serta sumberdaya manusia yaitu para petani dan kelompok tani.
Menurut Iti, target luas tanam jagung di Kabupaten Lebak sendiri pada tahun 2017 adalah 7.500 Hektar atau mencapai 25% dari target luas tanam Provinsi Banten. "Kami beryukur pemerintah pusat melalui Direktur Jendral Tanaman Pangan mengalokasikan bantuan APBN di Kabupaten Lebak seluas 4.000 Hektar, APBD Pemkab Lebak seluas 50 Hektar dan bantuan APBD Provinsi Banten seluas 5 Hektar berupa kebun percontohan atau Demplot, yang sisanya 3.445 Hektar adalah tanam jagung swadaya para petani." Ungkapnya.
Iti berharap Kabupaten Lebak selalu mendapat prioritas utama baik bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi mengingat potensi lahan, potensi sumberdaya manusia dan letak geografis Kabupaten Lebak dekat dengan Ibu Kota Jakarta.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid menyampaikan bahwa pencanangan gerakan tanam jagung di Banten merupakan gerakan pertama tanam jagung di pulau jawa dan pencanangan program ini merupakan pintu gerbang di banten sebagai kontribusi swasembada jagung berkualitas.
"Pada hari ini adalah momentum yang luar biasa, hari ini di lahan ini akan ditanam seluas 750 hektar tanaman jagung, dan apabila 750 hektar tanaman jagung tersebut berhasil dan panen dapat dibayangkan berapa milyar uang yang akan berputar di wilayah ini" Katanya. Perwakilan Kementrian Pertanian RI selaku penangungjawab Upaya Khusus (UPSUS) Provinsi Banten Abdul Basit, mengatakan provinsi Banten memiliki potensi besar sebagai sentra tanaman jagung karena memiliki lahan yang kering dan luas. "Saya berharap mulai di Tahun 2017 kita stop impor jagung di mulai dari Banten ini". katanya.
REDAKSI | BANTENPERSPEKTIF.COMFOTO | HUMAS LEBAK
Posted by bperspektif | Rabu, 04 Januari 2017 |
Posted in
KEBIJAKAN.,
NASIONAL,
PERTANIAN
BANTENPERSPEKTIF.COM, SERANG --- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan melakukan pemerataan area tanam bawang merah kesejumlah daerah di Indonesia. Langkah ini untuk mengantisipasi gejolak harga bawang merah yang sering terjadi.
Untuk merealisasikan program tersebut, sedikitnya dana senilai Rp 737 miliar di tahun 2017. Dana tersebut akan digunakan untuk program luas tambah tanam perkebunan aneka cabai sebanyak 15.000 hektare dengan alokasi dana Rp 457 miliar sedangkan untuk tambah luas perkebunan bawang merah 7.000 hektare dengan alokasi dana Rp 280 miliar.
Selain itu, Kementan juga mengalokasikan anggaran di 2017 untuk produksi benih bawah merah sebanyak 3 juta kg sebesar Rp 30 miliar dan pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) cabai dan bawang merah sebesar Rp 10 miliar serta untuk sertifikasi benih bawang merah sebanyak 510 unit sertifikat dengan nilai Rp 6,3 miliar.
BACA JUGAHarga Bawang Merah di Brebes Anjlok, Petani MenjeritAher; Kopi Jabar Memiliki Nilai EkonomBali Punya Pusat Industri Kreatif
Sebagaimana dilansir di website Pemprov Banten, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Spudnik Sujono, mengatakan, alokasi anggaran tersebut akan diberikan kepada sejumlah daerah sentra produksi bawang dan cabai di seluruh Indonesia, dan pada 2017 anggaran untuk wilayah luar Jawa akan ditingkatkan.
Perlu diketahui, daerah yang selama ini menjadi centra bawang merah adalah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pada panen beberapa waktu lalu harga bawang merah justru anjlok. Jika sebelumnya mencapai Rp 35.000 per kilogram dari sawah, kemarin hanya Rp 5.000- Rp 15.000 per kilogram.
Para petani pun banyak yang menanggung kerugian akibat anjlonya harga bawang merah. Padahal, bawang merah merupakan komoditas inti dari masyarakat Brebes. Dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut maka diprediksi harga bawang merah di Brebes akan semakin jatuh dan para petani akan menuai kerugian.
Redaksi BantenPerspektif | Diolah Dari Berbagai Sumber